Laporan adanya SMS penipuan soal pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah meresahkan sejumlah honorer di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Sampai saat ini sudah 10 orang melapor ke kami, bahwa mereka menerima SMS dari oknum yang mengatasnamakan pegawai BKD,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim Alang Ariyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (26/2/2016).
Ia melanjutkan SMS yang mencatut nama pegawai BKD Kotim tersebut menyuruh mengumpulkan berkas bagi para honorer yang sudah mengabdi di atas empat tahun. Selain itu, oknum tersebut juga meminta sejumlah uang dengan jumlah yang bervariasi.
“Dari laporan para honorer ke kami, mereka dimintai uang Rp5 juta hingga Rp10 juta per orang. Ini sudah menyebar isunya di kalangan honorer,” ungkapnya.
Alang meminta para honorer yang menjadi korban SMS penipuan itu segera melapor ke aparat kepolisian. Sehingga polisi bisa segera menelusuri pelakunya.
“Kalau ke kami hanya sekedar menerima keluhan mereka saja, atau mereka menanyakan kebenarannya, tapi alangkah bagusnya mereka saya arahkan agar segera melaporkan langsung ke aparat kepolisian, nanti polisi yang akan menelusurinya,” kata Alang.
Sebelumnya, Alang juga menerima banyak laporan dari para honorer yang mendapat SMS dari oknum tertentu mengatasnamakan pegawai BKD. Isi SMS itu, para honorer yang masa tugasnya di atas empat tahun untuk mengumpulkan berkas dan mentrasfer sejumlah uang, untuk keperluan pengurusan berkas pengangkatan honorer menjadi PNS.
Terkait SMS tersebut, Alang menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melayangkan SMS atau surat resmi kepada para guru honor untuk mengumpulkan berkas dan uang.
Namun jika ada pegawainya yang melakukan itu akan diberikan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Kami saja belum ada informasi pengangkatan honorer menjadi PNS. Kalau ada informasi resminya pasti akan kami sampaikan ke masing-masing instansi untuk diteruskan ke para honorer.”
(FI/B-8)


