PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Perusahaan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Achmad Maulizal mengatakan ada kesenjangan produktivitas antara perkebunan kelapa sawit atau PKS milik rakyat dengan pengelolaan kebun sawit swasta.

"Terjadi kesenjangan produktivitas. Saat ini produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat baru mencapai 2 sampai 3 ton CPO/ha/tahun, sementara pengelolaan kebun sawit swasta besar telah mampu menghasilkan produktivitas sekitar 5 sampai 6 ton CPO/ha/tahun," kata Mauli dalam rilisnya kepada Borneonews pada Jumat, 10 Februari 2023.

Mauli menjelaskan bahwa kesenjangan ini bisa saja dikurangi dengan menerapkan peremajaan sawit rakyat atau PSR yakni mengganti bahan tanaman dengan bibit sawit unggul dengan produktivitas tinggi.

"Apalagi lahan sawit masyarakat mencapai 41 persen dari total lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia,” jelasnya.

PSR menjadi sangat penting lantaran selain mengatasi masalah tingkat produktivitas di kebun sawit rakyat, juga menjadi upaya dalam meningkatkan pendapatan ekonomi petani.

"Solusi yang ditawarkan BPDPKS melalui pemberian dana pendampingan untuk peremajaan dengan memanfaatkan pungutan dari ekspor sawit," katanya. (TESTI PRISCILLA/R)