PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah mengatakan, setiap keluarga sebenarnya bisa memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri, di antaranya lewat family farming atau perkebunan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan.

Dengan begitu, selain bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara swadaya, tak menutup kemungkinan gerakan family farming juga mendukung gerakan lebih besar, yaitu kemandirian pangan di daerah setempat.

"Kebutuhan sayuran kita masih suplai dari luar daerah. Gerakan pangan mandiri di pekarangan masing-masing dapat jadi solusi kita. Mari kita wujudkan kemandirian pangan lewat konsep Family Farming," katanya, Jumat, 10 Februari 2023.

Ia menjelaskan, konsep family farming juga bisa menghasilkan bahan baku pangan tradisional sebagai bagian budaya masyarakat Nusantara. Bahan-bahan hasil panen lokal bisa diolah menjadi aneka kuliner khas Nusantara dan diversifikasi pangan non beras.

"Family farming merupakan cara mudah dalam menghasilkan panganan sehat dan berkualitas seperti sayur-mayur, umbi-umbian, aneka buah dan sumber protein hewani termasuk ikan sesuai potensi lokal," ujarnya.

--page

Sebelumnya Umi Mastikah melakukan panen sayur di kebun milik Kelompok Masyarakat Marang Tatau, Kelurahan Marang. Di kebun ini banyak ditanami aneka tanaman seperti tomat, cabai, terong, sawi, dan nanas. Semua tanaman tersebut tumbuh subur di lahan gambut.

Umi mengaku kagum dengan keberhasilan para petani yang tergabung dalam Pokmas Marang Tatau. Karena ternyata lahan gambut juga subur ditanami jika diolah dengan baik dan konsisten. (HENDRI/H)