PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng Jainudin Karim mendorong pemerintah daerah di provinsi ini agar dapat mewujudkan ekonomi berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang ada.

"Dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, tentunya akan semakin memperkecil dampak resesi yang masih membayangi sampai saat ini," katanya, Jumat, 10 Februari 2023.

Diungkapkannya, salah satu upaya dalam mewujudkan ekonomi berkelanjutan di Kalteng, pemerintah bisa memaksimalkan pengembangan sektor pertanian dengan mengembangkan hortikultura dengan varietas unggul yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

"Saya rasa di Kalteng punya peluang besar untuk itu, karena dengan iklim tropis yang baik ini, kita bisa mengembangkan varietas buah-buahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ini bisa menjadi suatu daya tarik tersendiri dan memberikan keuntungan bagi daerah serta masyarakat," ujarnya.

Ia menerangkan, selain iklim tropis yang mendukung pengembangan hortikultura, Kalteng juga memiliki persediaan lahan yang luas. Apabila potensi itu dapat dikelola secara baik dan berkesinambungan, tentu akan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.

--page

"Iklim tropis dan tanah di Kalteng ini sangat cocok untuk mengembangkan hortikultura. Asalkan dikelola secara baik dan berkesinambungan, saya yakin itu akan memiliki nilai ekonomis dan dapat membawa nilai positif, terutama dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat lokal," tuturnya.

Di sisi lain pengamat ekonomi, Miar P Bakar mengatakan jika mengamati perkembangan ekonomi dunia saat ini. Potensi pertanian, baik untuk komoditas pangan maupun hortikultura merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Selain hortikultura, komoditas seperti singkong patut menjadi komoditas yang harus dikembangkan oleh pemerintah. Pasalnya, singkong memiliki harga jual yang sangat baik dipasaran saat ini. Disamping itu, singkong juga bisa menjadi subtitusi yang baik ditengah harga pangan yang mahal saat ini.

"Singkong itu potensial untuk dikembangkan, karena harga jualnya itu sudah mendekati beras saat ini. Apalagi produk turunan singkon itu sangat bervariatif, bisa dijadikan cemilan, dan produk olahan lain. Artinya nilai ekonominya menjadi lebih tinggi. Peluang ini seharusnya bisa dimaksimalkan dengan baik," tukasnya. (DONNY D/H)