BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim), Sihol Parningotan Lumban Gaol keberatan dengan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang akan mengurangi pembangunan jalan untuk membangun runaway (landasan pacu) demi menurunkan harga tiket.
"Infrastruktur di tempat kita saat ini sudah bersifat sangat urgent dan mendesak sehingga tidak ada alasan untuk mengorbankannya hanya demi memenuhi harga tiket yang cenderung lebih mahal dibandingkan dengan Palangka Raya," ujarnya, Jumat, 10 Februari 2023.
Dia menuturkan, pembangunan infrastruktur, terutama jalan, jauh lebih penting untuk kepentingan masyarakat. Dirinya mengingatkan kepada pemerintah untuk tidak melakukan pembangunan runaway bandara terlebih dahulu apabila harus mengorbankan pembangunan infrastruktur.
"Artinya bila orang-orang tertentu mau berpergian dengan naik pesawat itu, biarkanlah dulu mahal. Jangan sekali-kali mengorbankan kebutuhan masyarakat yang sangat jauh lebih besar," tegasnya.
Kecuali, sambung dia, apabila keuangan daerah sudah mulai longgar dan tanpa mengorbankan kegiatan lain yang lebih banyak manfaatnya, maka pihaknya akan mempersilahkan pembangunan runaway bandara tersebut.
--page
Ia berharap pemerintah bekerja dengan baik agar kesejahteraan masyarakat Kotim ini benar-benar berubah. "Sehingga saya ingatkan sekali lagi agar kepala daerah bisa bertindak lebih bijak lagi dalam membangun daerah ini yang nota bene menggunakan uang rakyat," kata Gaol.
Sebelumnya, Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengutarakan keinginannya untuk membangun runaway Bandara H Asan Sampit agar pesawat dengan daya tampung penumpang banyak dapat mendarat, sehingga menekan harga tiket pesawat. Bahkan ia menuturkan akan mengurangi pembangunan jalan demi membangun landasan pacu tersebut.
“Kemarin saya bertemu dengan Menteri Perhubungan, sanggup katanya untuk penambahan lintasan pacu kita. Bilangnya penambahan 250 meter bandara kita itu bisa untuk pesawat badan lebar. Tapi informasi yang kami terima anggaran mereka dikurangi Rp 6 triliun. Jadi kalau memang tidak dianggarkan bandara kita, bepajam (tutup mata) kita bangun lintasan pacunya. Biar kita kurangi membangun jalan tapi kita bangun runway (lintasan pacu),” kata Bupati. (DEWI PATMALASARI/Y)









