JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Program Pelayanan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Arfie Thahar mengatakan bahwa pada tahun 2023 ini BPDPKS akan meningkatkan jumlah penerima manfaat program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit atau PKS sebanyak 2 kali lipat.

"Dalam rangka mencapai target tersebut kegiatan seleksi terutama untuk Pendidikan atau beasiswa akan dilaksanakan lebih awal," kata Arfie dalam rilisnya pada Jumat, 10 Februari 2023.

Penyampaian usulan proposal dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan menurut Arfie akan diterima paling lambat pada 28 Februari 2023.

"Direncanakan pada bulan Maret 2023 telah ditetapkan nama-nama Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan, sehingga proses penerimaan dan seleksi calon mahasiswa tahun 2023 ini dapat dilaksanakan lebih awal oleh Ditjen Perkebunan," tuturnya lagi.

Pada tahun 2022 lalu untuk Program Pendidikan BPDPKS bekerjasama dengan tujuh Lembaga Pendidikan yakni Institut Teknologi Sawit Indonesia, Politeknik Kampar, Politeknik Sawit Citra Widya Edukasi, Institut Teknologi Sain Bandung, Politeknik LPP, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta, dan Institut Teknologi Stiper.

--page

Selain itu ada pula 7 Lembaga Pelatihan yakni PT. LPP Agro Nusantara, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta, IPB Training, PT. Sumberdaya Indonesia Berjaya, PT. Best Planter Indonesia, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi, dan Balai Pelatihan Pertanian Jambi.

"Dengan peningkatan target pada tahun 2023 ini, melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan akan lebih banyak Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan yang akan terlibat," harapnya. (TESTI PRISCILLA/J)