Tiga warga Bungur mendapat serangan Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendapat serangan anjing gila. Ketiganya harus mendapat beberapa jahitan pada bagian paha dan lengan.

 


Ketiga warga itu adalah Jimran, 47, Yusuf, 23, dan Hadrani. 57. Warga RT 26 dan RT 27, Bungur, Kelurahan Baru, mendapat serangan anjing gila pada Jumat (26/2/2016).



Kepada Borneonews di RSUD Sultan Imanudin, Sabtu (27/2/2016), mereka mengungkapkan, anjing hitam yang tidak diketahui dari mana datangnya itu tiba-tiba menerkam Jimran serta menggigit bagian paha sebelah kiri. Saat itu ia sedang mengendarai kendaraan roda dua , sekitar pukul 05.30 WIB. Setelah menggigit Jimran, anjing tersebut langsung pergi. 


Dalam hitungan menit, anjing itu kembali menebar teror. Kali ini korbannya Yusuf, 57. Saat itu ia yang hanya mengenakan sarung bermaksud membeli lauk makan dari pedagang sayuran keliling. Tiba-tiba anjing tersebut muncul dan menggigit paha kirinya saat ia sedang memilah sayuran yang akan dibeli. Sama seperti korban sebelumnya, setelah menggigit anjing itu langsung ngeloyor pergi.


Anjing gila itu ternyata belum puas. Ia kembali mencari korban, saat itu Hudrani yang sedang menggendong anaknya di depan rumah, diserang dengan cepat. Ia berusaha menyelamatkan anaknya. Kepala anjing itu ia pelintir. Padahal anjing masih menggigit paha kirinya. Gigitan di paha pun terlepas, tapi serangan justru berpindah ke lengan kanannya. 


Ibunda Hudrani teriak keras melihat anaknya bergumul dengan anjing, Yusuf yang sudah menjadi korban sebelumnya dan rumahnya berjarak kurang dari 50 meter mendengar teriakan itu. Ia berlari kearah suara itu, tombak dan senapan angin ia bawa, setelah dekat ia mengokang senapan anginnya dan letupan pertama tidak mengenai anjing gila itu. 


Belum lagi ia mengokang kedua kali anjing itu berbalik kembali menyerang Yusuf, ia pun pasang kuda-kuda dengan tombak terhunus. Anjing itu lalu berlari menuju arah sekolah SMPN 6, Pelingkau.


"Anjing itu lari menuju SMPN 6, saya takutnya kalau engga segera ditangkap akan kembali memakan korban," kata Jimran.


Ketiga korban mendapat perawatan intensif dan segera mendapat suntikan VAR untuk mencegah terjangkit virus rabies. Masing-masing korban mendapat 2-3 jahitan pada luka mereka.


Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Keswan dan Perlintan, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kobar, Haryo Prabowo bersama tim segera menindaklanjuti laporan dengan turun ke lokasi. Namun mereka tidak menjumpai anjing tersebut.


Dengan ciri-ciri pada anjing yang menggigit hingga tiga orang maka ia memastikan bahwa anjing tersebut positif rabies.


Untuk itu ia meminta agar bagi warga yang menjumpai anjing berbulu hitam itu, maka kalau bisa dibunuh saja.


"Itu saya yakin sudah positif rabies, dan saya minta ditembak saja," kata dia di rumah Jimran, RT 27 Kelurahan Baru. Sabtu (27/2/2016).


Sementara itu, warga yang khawatir selepas sholat asar segera mengumumkan imbauan melalui pengeras masjid agar waspada terhadap keberadaan anjing liar tersebut. (KOKO SULISTYO/m)