BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit kembali dilakukan di tahun 2023 ini. Direktorat Jenderal Perkebunan atau Ditjen Perkebunan terus membenahi program tersebut.
"Berdasarkan pengalaman pelaksanaan tahun sebelumnya, Ditjen Perkebunan terus memperbaiki mekanisme penyeleksian dan proses penyeleksian akan dilaksanakan secara online maupun offline," kata Ketua Sekretariat Tim Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan, Eva Lizarmi dalam rilis pada Sabtu, 11 Februari 2023.
Dalam rangka menyebarluaskan informasi ini juga menurut Eva, maka akan dilakukan sosialisasi di wilayah-wilayah terutama sentra produksi kelapa sawit di Indonesia.
Hal serupa dikatakan Kepala Divisi Program Pelayanan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Arfie Thahar dalam rilis yang sama.
"Dalam rangka mencapai target tersebut kegiatan seleksi terutama untuk Pendidikan atau beasiswa akan dilaksanakan lebih awal," kata Arfie.
--page
Penyampaian usulan proposal dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan menurut Arfie akan diterima paling lambat pada 28 Februari 2023.
"Direncanakan pada bulan Maret 2023 telah ditetapkan nama-nama Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan, sehingga proses penerimaan dan seleksi calon mahasiswa tahun 2023 ini dapat dilaksanakan lebih awal oleh Ditjen Perkebunan," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









