BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Henry mendorong pemda untuk dapat melirik potensi dalam rangka berupaya melakukan pengembangan terhadap energi terbarukan di Kalteng.
Menurut dia, pengembangan energi terbarukan memiliki manfaat yang sangat besar bagi daerah. Sebab, dengan pemanfaatan energi itu kedepannya Kalteng akan menjadi daerah yang lebih maju dan lebih cepat berkembang.
"Apabila melihat dari kekayaan alam yang dimiliki Kalteng, kita punya potensi sumber energi yang dapat dikembangkan sebagai energi terbarukan," ujarnya, Sabtu, 11 Februari 2023.
Jika potensi tersebut dapat dikelola dengan baik, maka kedepannya Kalteng bisa memutus ketergantungan daerah terhadap sumber energi dari luar. Bahkan dapat memberikan suplai energi ke luar daerah.
Dirinya berharap agar pemerintah daerah khususnya Pemprov Kalteng maupun pihak terkait lainnya, mulai dari akademisi dan peneliti bisa melakukan kajian mendalam yang dapat menghasilkan suatu inovasi dalam rangka mengembangkan energi terbarukan di Bumi Tambun Bungai.
--page
"Energi terbarukan ini bisa menjadi solusi dalam menghadapi krisis energi. Kita punya potensi, misalnya sawit karena minyaknya bisa sebagai bahan untuk biodiesel dan sebagai alternatif bahan bakar solar. Belum lagi sumber energi dari air dan panas matahari," tuturnya.
Di sisi lain, pengamat kebijakan publik, Bhayu Rhama mengatakan resesi global yang diprediksi akan terjadi di tahun 2023 ini tidak lepas dari permasalahan krisis pangan dan krisis energi.
Oleh karenanya, pemerintah baik pusat maupun daerah harus dapat saling bersinergi mempersiapkan langkah strategis untuk memitigasi krisis tersebut, sehingga dampak terhadap ekonomi dalam negeri tidak begitu besar.
"Sebagai pembuat kebijakan, pemerintah diharapkan bisa merumuskan kebijakan yang mampu memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan sebagai mitigasi terhadap krisis energi, serta memaksimalkan pengelolaan pangan di berbagai daerah penghasil pangan," ucapnya.
"Karena memang tantangan ekonomi yang akan kita hadapi kedepan bukan lagi pandemi, tapi, krisis energi dan ketahanan pangan. Ini yang memang perlu kita diwaspadai," tutupnya. (DONNY D/H)








