BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit atau SPKS, Mansuetus Darto mengatakan bahwa penerapan kebijakan praktik kelapa sawit berkelanjutan mesti serius dilakukan semua pihak.
"Semua pihak harus serius menerapkan praktik kelapa sawit berkelanjutan, bahkan, koperasi petani sawit swadaya sudah ada yang telah memiliki sertifikasi berkelanjutan baik itu ISPO maupun RSPO," kata Darto dalam rilis Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS kepada Borneonews pada Sabtu, 11 Februari 2023.
Terpenting keseriusan seluruh stakeholder menjadi sangat penting, misalnya tatkala ada kelompok petani yang telah memperoleh sertifikasi ISPO semestinya diterima dengan baik dan hasil produksinya bisa dibeli pabrik kelapa sawit.
"Tapi masih ada pabrik membeli TBS sawit yang sudah ISPO tidak ada perbedaan dan seolah-olah perusahan tidak percaya dengan ISPO, dan bahkan masih ada petani sawit yang telah memiliki sertifikasi ISPO tetapi menjual Tandan Buah Segar atau TBS sawitnya ke Tengkulak,” tandas Darto.
Senada dengan itu, Ketua Bidang Komunikasi, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI, Tofan Mahdi mengatakan bahwa petani menjadi sangat penting bagi pengembangan kelapa sawit kedepannya.
--page
"Rupanya petani akan menjadi sangat penting bagi pengembangan kelapa sawit kedepannya," kata Tofan Mahdi. (TESTI PRISCILLA/R)









