PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Alumni SMAN 1 Mandomai atau yang sekarang dikenal dengan nama SMAN 1 Kapuas Barat menggelar reuni dan silahturahmi lintas angkatan dari tahun 1984-1999.

Tak hanya pertemuan melepas rindu antar sesama angkatan, reuni kali ini juga menghadirkan para guru yang dulu pernah memberikan ilmu dan pembelajaran bagi angkatan tersebut selama masih mengenakan seragam putih abu-abu.

Acara reuni ini digelar pada salah satu hotel di Kota Palangka Raya, Sabtu, 11 Februari 2023. Temu kangen antar teman pada masa-masa indah tersebut dibungkus dalam sebuah tema "Masa Putih Abu-Abu Merajut Cinta Menjadi Kenangan".

Kemeriahan, suka cita dan kegembiraan terpancar dari raut wajah peserta yang hadir. Mereka mulai bercengkrama, berpelukan hingga foto bersama teman satu angkatan. Sungguh pemandangan yang tak bisa digambarkan hanya dengan sebuah kata-kata.

Tak luput juga pemandangan yang mengharukan ketika mantan murid-murid itu bertemu dengan para guru yang sudah berjasa memberikan bekal ilmu selama di bangku sekolah. Sebagian dari mereka pun tak kuat menahan tetesan air mata mengingat jasa guru-guru itu dalam hidupnya.

Ketua Alumni SMAN-1 Mandomai, Erlin Hardi mengungkapkan, pertemuan semacam ini sudah lama dirindukan. Apalagi selama dua tahun terakhir tidak ada reunian dikarenakan Pandemi Covid-19. Sehingga momen kali ini sangat membahagiakan para alumni.

"Kegiatan ini dihadiri  sekitar 100 orang lebih yang terdiri dari perwakilan lima orang tiap angkatan dan guru-guru serta kepala sekolah SMAN-1 Mandomai yang juga turut hadir," ungkapnya.

Erlin menyebutkan, reuni ini merupakan kali keempat yang dilaksanakan di Kota Palangka Raya. Sebelumnya pada reuni ketiga sudah  digelar SMAN-1 Mandomai atau yang sekarang berubah nama jadi SMAN-1 Kapuas Barat.

"Saya berharap teman-teman alumni SMAN-1 Mandomai, dengan berbagai latar belakang ini bisa berkontribusi dan bisa mendukung pembangunan di Provinsi Kalimantan Tengah," tuturnya.

--page

Sementara itu, Ketua Panitia Reuni Lintas Angkatan SMAN-1 Mandomai, Sylvana Anethe menjelaskan, tema reuni kali ini bermakna bahwa, posisi kesuksesan dan profesi yang ditekuni saat ini adalah tidak lepas dari apa yang dilakukan pada masa putih abu-abu. Karena masa putih abu-abu adalah masa transformasi dari remaja menuju dewasa.

"Selain itu juga peran guru yang membentuk karakter dan pribadi kami juga sangat penting, maka dari itu dalam reuni lintas angkatan ini kami menghadirkan guru-guru kami agar bisa hadir di tengah-tengah kami," ujarnya.

Hal yang menarik kata dia, undangan reuni ini tidak dikirim secara personal melainkan disebarkan melalui sosial media dan grup WhatsApp. Meski begitu, antusias para alumni masih sangat tinggi walaupun di lokasi yang jauh tetap menyempatkan waktu untuk bertemu teman lama. (HENDRI)