PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kotawaringin Barat (Kobar) turut hadir dalam mediasi lanjutan terkait persoalan pengguntingan baju seragam siswi SMAN 2 Pangkalan Bun, Sabtu, 11 Februari 2023.

Di sela mediasi, Ketua FPK Kobar Bambang Suherman mengingatkan agar pihak sekolah selalu berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Orang Tua dan Guru (FKOG), baik dalam penerapan program pendidikan maupun dalam penegakan aturan sekolah, dalam upaya mencerdaskan generasi bangsa.

"Kepala sekolah agar selalu komunikasi dengan orang tua wali murid. Insyallah hari ini selesai dan tidak ada lagi isu-isu yang tidak baik beredar di masyarakat," kata Bambang Suherman.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Suherman mengapresiasi itikad pihak sekolah, dalam menyelesaikan perkara ini dan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di sekolah lainnya di Kobar.

"Pihak sekolah SMAN 2 Pangkalan Bun ada niat baik menyelesaikan masalah pemotongan seragam. Ini menjadi momen yang paling baik untuk pembelajaran, dan jangan sampai terjadi lagi, serta ini supaya jadi pertama dan yang terakhir," tuturnya.

--page

Di tempat yang sama, Kepala Kesbangpol Kobar Edie Faganti berharap ke depan aturan yang diterapkan sekolah harus disesuaikan dengan kearifan lokal, serta ikut disosialisasikan juga kepada wali murid.

"Masalah ini sudah selesai dengan kepala dingin. Semua pihak sudah menerima keadaan yang ada dan saling memaafkan satu sama lain," imbuhnya.

Dalam mediasi ini dihadiri pengawas SMA/SMK, perwakilan wali murid, Komisi A DPRD Kobar, Kesbangpol, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), FKUB dan aparat keamanan.

Turut hadir pula sejumlah tokoh Kobar di antaranya Ade Ridho, Yudie Junas, Sirajuddin, perwakilan ketua FKUB. (Danang/R)