BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS Eddy Abdurrachman mengatakan pemerintah terus mendorong penggunaan energi baru terbarukan.
"Demi mencapai ketahanan dan kemandirian energi menuju transisi energi yang merata dan berkeadilan, pemerintah kita terus mendorong penggunaan energi baru terbarukan," kata Eddy dalam rilisnya pada Sabtu, 11 Februari 2023.
Sebagai salah satu produsen terbesar minyak sawit atau CPO, Indonesia pada tahun 2008 mulai melakukan pencampuran Biodiesel sebesar 2,5 persen dan sejak tahun 2014 secara konsisten menerapkan program mandatori biodiesel.
"Biodiesel merupakan campuran antara bahan bakar nabati atau BBN berbasis minyak sawit dengan bahan bakar minyak diesel," tutur Eddy lagi.
Selama kurun waktu 7 tahun terakhir, tingkat pencampuran biodiesel terus ditingkatkan dari 10 persen dengan istilah B10 pada 2014, 15 persen atau B15 pada 2015, 20 persen atau B20 pada 2016, dan 30 persen atau B30 pada 2020.
"Sebagai salah satu wujud nyata komitmen Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim, mulai 1 Februari 2023, tingkat campuran mandatori biodiesel kembali dinaikkan menjadi 35 persen atau B35," terang Eddy. (TESTI PRISCILLA/R)









