Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) siap menampung atau membeli hasil pertanian masyarakat melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), terutama beras, karet dan rotan.
“Petani tidak usah khawatir lagi harga beras turun atau dipermainkan oleh spekulan. Ke depan pemerintah siap membeli beras petani melalui BUMD terutama memasuki musim panen. Tidak hanya beras tapi juga rotan dan karet,” kata Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi mengatakan, di hadapan ratusan petani Desa Lempuyang Kecamatan Teluk Sampit, Sabtu (27/2/2016).
Selama ini, para petani khususnya petani padi mengeluhkan turunnya harga hasil pertanian pada masa panen. Kondisi itu membuat sebagian petani enggan meneruskan profesi sebagai petani karena mereka menilai hasilnya tidak menjanjikan untuk kelangsungan ekonomi mereka.
Bupati dua periode ini meminta petani tidak perlu khawatir dengan permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak. Jika memang Kotim ini sudah mencapai target surplus beras maka pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) siap membantu memasarkan.
“Kalau memang sudah surplus melalui Disperindag kita bisa pasarkan. Minimal kebutuhan beras sebenarnya masih lebih dari 4.500 ton, karena pemenuhan beberapa perkebunan swasta saya yakin mereka banyak mendatangkan dari Pulau Jawa,” katanya.
Jika Kotim sudah mencapai target yakni surplus beras, maka Supian Hadi menjanjikan akan membuat suatu kebijakan baru, yakni kebutuhan beras di perusahaan tidak boleh lagi dari luar Kotim. Harus beras lokal.
“Kalau memang sudah surplus di sini saya akan membuat kebijakan nanti membantu petani, bahwa perusahaan kita minta untuk membeli beras dari Kotim. Kalau sudah membantu melalui CSR minimal membantu lagi membeli beras petani. Sehingga beras ini ketika panen harganya tetap dan tidak dipermainkan oleh tengkulak, BUMD akan membantu nantinya,” ujar Supian.
Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk bertani. Berbagai bantuan diberikan kepada petani melalui kelompok tani secara cuma-cuma agar mereka terus meningkatkan produksi pertanian guna mencapai target swasembada beras.
“Ini kita dorong melalui SKPD terkait, dan koordinasi terus untuk mencapai keinginan rakyat. Ke depan bukan hanya BUMD yang kita siapkan tapi juga mesin sled atau alat pertanian untuk petani,” ujar Supian Hadi. (RAFIUDIN/m)


