BORNEONEWS, Tamiang Layang - Barisan Pemadam Kebakaran Masjid Sabilal Mujahidin Ampah Kabupaten Barito Timur atau yang dikenal dengan sebutan BPK Samuja Ampah berulang tahun yang ke-4 tepat pada Sabtu, 11 Februari 2023.
Selama 4 tahun organisasi relawan yang bermarkas di Kelurahan Ampah Kota ini telah telah banyak melakukan berbagai aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat Barito Timur. Yang dilakukan mulai dari memadamkan kebakaran, membantu korban banjir, menyingkirkan pohon tumbang, menolong korban kecelakaan lalu lintas, mengevakuasi ular berbisa dari rumah warga, mencari orang hilang hingga evakuasi mayat yang ditemukan.
Bahkan BPK Samuja juga menjadi inspirasi berdiri beberapa organisasi relawan baru di Barito Timur.
"Kalau mengingat 4 tahun kebelakang, penuh dengan kenangan pahit-manis bagaimana teman-teman relawan berjuang agar keberadaan relawan bisa diterima oleh masyarakat dan pemerintah. Alhamdulilah sekarang banyak relawan baru bermunculan di Barito Timur sebagai dampak virus kebaikan yang ditularkan BPK Samuja selama 4 tahun," ungkap Wakil Ketua BPK Samuja Davi Pramana mengenang perjalanan BPK Samuja.
Menurut dia, banyaknya relawan baru bermunculan juga bukti tercapainya misi kemanusiaan BPK Samuja. Karena itu pria yang bekerja sebagai Sekretaris Lurah Ampah Kota ini berharap relawan di Barito Timur menjadi teladan bagi relawan dari daerah lain dalam karya kemanusiaan.
--page
"Semoga Barito Timur menjadi maskot Kalimantan Tengah dengan relawannya yang banyak dan solid," ucap Davi.
Dia kemudian mengisahkan latar belakang terbentuknya BPK Samuja yang dimulai setelah terjadinya kebakaran hebat pada sebuah toko bangunan di Ampah pada tahun 2018. Saat itu, 7 buah mobil pemadam kebakaran dari Kalsel, Barito Timur dan Barito Selatan kewalahan mengatasi kebakaran toko yang berisi bahan mudah terbakar seperti, cat, tinner dan gas elpiji.
"Kebakaran sangat dahsyat, 7 unit mobil pemadam berjibaku kurang lebih 4 jam baru bisa dipadamkan," cerita Davi.
Sejak kejadian itu warga Kelurahan Ampah Kota berinisiatif untuk mendirikan tim pemadam kebakaran swasta yang dinaungi oleh Yayasan Sabilal Mujahidin Ampah.
Awal terbentuk relawan yang bergabung hanya berjumlah 5 orang, dengan aset sebuah mesin pompa air yang dihibahkan oleh pemerintah kota Palangka Raya pada tahun 2006 dan tersimpan di dalam gudang sekitar 8 tahun.
--page
"Jadi pertama kali terbentuk hanya bergantung kepada belas kasihan atau kerelaan masyarakat sekitar, seperti armada pertama kami mobil kijang kotak keluaran tahun tujuh puluhan yang dihibahkan warga Ampah Kota," jelas Davi.
Kemudian BPK Samuja mulai membuka donasi untuk pembelian mobil tanki pemadam pertama dan mendapatkan lagi bantuan 1 unit armada pemadam dari Pemkab Barito Timur.
"Sekarang kami memiliki 5 armada yang terdiri dari 2 unit truk tanki, 1 unit ambulans, 1 unit mobil dobel kabin untuk sarana peralatan rescue dan 1 unit kijang kotak armada awal berdirinya BPK Samuja," ungkap Davi.
Selain armada tersebut, BPK Samuja yang kini memiliki anggota total 33 orang juga sudah dilengkapi dengan mesin pencacah beton portabel untuk mengevakuasi korban terjepit bangunan roboh, mesin pemotong kayu, alat penyelamatan vertikal rescue, alat penyelamatan medis maupun animal rescue. (BOLE MALO/J)









