PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dirjen Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Tri Tharyat mengatakan bahwa Indonesia adalah produsen terbesar beberapa komoditas penting dunia, salah satunya kelapa sawit dan karet alam.

"Permintaan dunia terhadap kedua komoditas tersebut meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dunia, perkembangan tren gaya hidup, dan  semakin beragamnya produk-produk konsumsi," kata Tri Tharyat dalam rilis yang dikirimkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Minggu, 12 Februari 2023.

Menurut Tri, kenaikan permintaan minyak sawit dunia saat ini juga dipicu oleh meningkatnya kebutuhan sumber-sumber energi terbarukan dan terjadinya disrupsi pasokan minyak nabati global sebagai dampak konflik Rusia-Ukraina.

"Namun saat ini EU Regulation on Deforestation-Free Supply Chains telah disetujui penetapannya pada tanggal 6 November 2022 dan akan memasuki tahap entry into force pada Mei atau Juni 2023," ungkapnya.

Kebijakan ini, lanjutnya, memastikan bahwa setiap produk yang berada di pasar Uni Eropa tidak berkontribusi terhadap deforestasi dan degradasi hutan, baik di wilayah Uni Eropa maupun di tempat lain di  seluruh dunia.

--page

"Seluruh perusahaan dan pemangku kepentingan terkait di pasar Uni Eropa wajib menaati kebijakan dimaksud. Hal ini harus kita perhatikan," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)