BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Dewan Pakar Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia atau APKASINDO, Mayor Ckm (Purn) Wayan Supadno meminta semua pihak untuk berhenti mengkerdilkan profesi petani.
"Guru Malamku dulu berpesan kalimat bijak agar murid-muridnya tidak terlalu sombong, rendah hati agar tiada tempat lagi bagi orang lain untuk merendahkannya lagi dan itulah bagian dari proses kemampuan menggembalakan badannya sendiri," kata pria yang dikenal dengan panggilan Pak Tani ini kepada Borneonews pada Senin, 13 Februari 2023.
Di antara pesan bijak Sang Guru, lanjut Wayan, ialah Jika seseorang memandang posisi orang lain terlalu rendah, sesungguhnya dia telah menunjukkan diri bahwa posisinya saat itu terlalu tinggi baginya, belum pantas disandang baginya.
Nasehat lainnya, katanya, Jika karena sedang di atas bukit lalu melihat yang lain kecil-kecil di bawah sana, sama artinya posisi di atas bukit sana juga terlihat teramat kecil bagi orang banyak di sekitarnya.
"Saya bicara ini sesungguhnya sebagai sebuah jawaban bagi yang terlalu sering memandang profesi petani tidak hormat. Dianggap bodoh, miskin dan lainnya. Saya sebagai petani lambat laun tidak berkenan. Sikap ngalih, ngalah, ngadeg atau menghindar, mengalah dan berdiri jika terus diserang," katanya lagi.
Pak Tani ini mengaku tiada maksud membusungkan dada karena dirinya pribadi dengan panggilan Pak Tani hanyalah sebuah nama panggung.
--page
"Nama saya sebenarnya Wayan Supadno, pangkat Mayor Ckm. Tetapi kami sekeluarga sungguh sangat bersyukur jadi petani peternak. Penyebab sehat dan bahagia. Juga cukup untuk sekeluarga," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/R)









