BORNEONEWS, Palangka Raya - Pendangan mengenai petani yang kerap kali dianggap rendah oleh sebagian orang dijawab bijak oleh Petani, Peternak dan Pengusaha sukses di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat. Dialah pria yang mendapat julukan Pak Tani, Wayan Supadno. Tak banyak yang tahu bahwa Pak Tani ini merupakan TNI berpangkat Mayor Ckm yang telah Purnawirawan atau pensiun dini karena ingin menekuni bisnisnya.
"Jika petani dianggap bodoh. Saya pribadi sebagai petani selain alumni kampus terhormat Unair Surabaya dan Akmil Magelang," kata Wayan kepada Borneonews pada Senin, 13 Februari 2023.
Dirinya juga punya Hak Kekayaan Intelektual terdaftar di Ditjen Haki Kemenkumham. Artinya, lanjutnya, banyak petani yang juga jadi pembelajar sekaligus riset membumi.
"Jika petani dianggap penanti proyek bansos dan NPK subsidi APBN. Saya sebagai petani dan peternak sejak tahun 2009 mengawali bertani tiada pernah dapat pupuk NPK subsidi, alsintan gratis dan sapi gratis. Nol belum pernah. Semua saya lakukan demi menjaga karakter agar makin improvisasi mandiri nuansa inovasi, riset terhilirisasikan," tegasnya.
Jika petani dianggap masa depannya suram tidak jelas, lanjutnya, untuk keluarganya Wayan selama ini telah mengantar anak-anak agar bisa studi semua berasal dari rezeki bertani dan beternak selain produksi pupuk hayati mikroba Bio Extrim dan hormonal Hormax.
"Kedua anak saya lulus Pascasarjana S2 dan 1 anak lulus Sarjana. Nilai memuaskan semua," tuturnya.
Lagi, jika petani selalu dituduh miskin, Wayan sedah bertani sejak tahun 2009 dan mengawali dari Nol Besar. Ilmu pertanian tiada punya dan lahan sejengkal pun tidak punya juga. Berawal dari numpang tanam buncis dan cabai 2 ha lahan tidur. Di Jonggol Bogor lalu sewa bayar panen tanam singkong 37 ha dan padi 21 ha cetak ulang jadi sawah.
"Setelah saya kaji ulang 13 tahun menekuni profesi petani, peternak dan formulasi Bio Extrim maupun Hormax. Kebun jadi di atas 500 hektar, sapi di atas 500 ekor, kambing lagi dimulai 51 ekor. Rumah pribadi ada 3 tempat. Kesemua kebun dan rumah tiada 1 pun yang jadi jaminan utang bank. Kebun dan rumah nol utang bank," bebernya.
Masih ada 5 alat berat excavator dan loader. Dump truk dan lainnya. Yang paling utama pertama termahal asetnya adalah SDM baik tim pemikir, karyawan tetap, harian atau borongan. Banyak yang sarjana. Dominan masyarakat sekitar. Sekalipun 13 tahun lalu mengawali bertani dari Nol Besar, jika dikaji kalkulasi aset produktif dibagi 13 tahun bertani, berarti selama ini belasan miliar laba per tahunnya.
--page
"Untuk itu, Kawula Muda yang saat ini meragukan masa depan profesi petani peternak. Buang jauh-jauh anggapan itu. Menyesatkan. Saya testimoni pelakunya bahwa jadi petani peternak sangat menjanjikan. Asal mau terus membekali diri dan kontan dipraktikkan agar dapat ilmu hikmah, guna menyempurnakan praktik-praktik berikutnya. Ilmu dan inovasi jalan pintasnya. Bisa dipercaya adalah modal utamanya," tutup Anggota Dewan Pakar Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia atau APKASINDO ini. (TESTI PRISCILLA/R)









