PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekertaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kalteng terkait target prevalensi stunting Kalteng 15,38 persen pada 2024.

Nuryakin menilai perlunya kolaborasi dan kerjasama sama untuk menggerakkan kabupaten/kota agar lebih cepat dalam penurunan angka stunting.

"Sehingga target angka prevalensi stunting sebesar 15,38 persen pada tahun 2024 dapat tercapai," tutur H. Nuryakin.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), pada tahun 2022 prevalensi stunting  Provinsi Kalteng turun 0,5 persen.

Terlihat dari Provinsi Kalteng yang berada pada angka prevalensi 27,4 persen pada 2021 kemudian menjadi 26,9 persen pada tahun 2022.

--page

Selain itu, menurut hasil SSGI tahun 2022, terjadi kecenderungan daerah yang tadinya prevalensi stuntingnya tinggi bisa menurun cukup signifikan, seperti Kabupaten Gunung Mas, Kapuas, Kotawaringin Timur, dan Barito Timur.

"Namun, ada beberapa daerah mengalami peningkatan prevalensi stunting, antara lain Kabupaten Murung Raya, Barito Selatan, dan Seruyan," ungkapnya. (HERMAWAN DP/J)