BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala UPT Rumah Potong Hewan atau RPH Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno mengatakan bahwa sebanyak 40 ekor sapi dari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur akhirnya akan dikirimkan ke Palangka Raya dalam waktu dekat. Kabar ini tentu menggembirakan mengingat Palangka Raya sudah hampir dua bulan tidak menerima pasokan ternak dari luar Kalteng sejak Desember 2022.
"Sapi berasal dari Lomongan akan masuk kurang lebih 40 ekor dengan berat antara 450-550 Kg per ekor sapi," kata drh Ganjar kepada Borneonews pada Senin, 13 Februari 2023.
Menurut drh Ganjar, jumlah dan ukuran berat sapi-sapi yang akan datang ini tentu dapat membantu memenuhi kebutuhan akan daging sapi bagi warga Kota Palangka Raya.
"Kebutuhan daging sapi di Kota Palangka Raya itu berkisar 8 sampai 10 ekor per hari dengan kondisi sapi 500 Kg rata-rata berat hidup," kata drh Ganjar lagi.
Dengan kebutuhan yang cukup besar ini menurut drh Ganjar, sangat terasa kesulitan pemenuhan kebutuhan masyarakat ketika ada kendala dalam memenuhi jumlah pasokan seperti yang terjadi saat ini.
--page
"Jadi selama ini kita hanya mengkonsumsi sapi yang didatangkan lewat jalur darat seperti dari Pulang Pisau, Kapuas atau Banjarmasin," tutur drh Ganjar lagi.
Sementara sekarang ini sapi Bali yang tersedia dari peternak lokal disebut berukuran kecil dengan berat hanya berkisar pada 250 hingga 300 Kg.
"Karena sapinya kecil-kecil jadi motongnya harus lebih banyak dari biasanya. Kalau biasanya bisa 8 ekor per hari kan, selama pasokan tidak masuk dari luar Kalteng ini motongnya minimal 11 ekor, tergantung permintaan pasar juga," jelasnya lagi. (TESTI PRISCILLA/J)









