HUJAN deras lebih dari 12 jam menga­kibatkan debit air sungai Sirau, Kecamatan Dusun Tengah, Ampah, Barito Timur (Bartim) meluap menyebabkan banjir pada permukiman di bantaran sungai ini, akhir pekan tadi.


Ratusan rumah warga digenangi air. Tidak itu saja, sejumlah sekolah terpaksa meliburkan muridnya.


Sekolah yang terdampak banjir, di antaranya SDN 2 Ampah, SDN 7 Pusung Telang, SDN Putai 2,  Taman Kanak-kanak Islam, MTSN dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Ampah. 


Pemukiman warga yang  kebanjiran, di antaranya di Montaliua, Rangen, dan Ampah. Air merendam lantai rumah dan fasilitas pendidikan bervariatif, kisaran 50 cm.


Menurut Kepala SDN 2 Putai, Fatmawati Ginter, akibat hujan deras yang berlangsung semalaman di wilayah ini sekolahnya terpaksa diliburkan. “Karena air masuk dalam ruangan  kelas,” ucapnya.


Menurut Subahanor (40 tahun), warga Rangen, akibat banjir tersebut pihaknya  terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan menyelamatkan barang berharga agar tidak terendam banjir.


Warga berinisiatif sendiri menyelamatkan sejumlah barang mereka menggunakan­ perahu rakitan dari ban mobil bekas.


“Kami memindahan barang lantaran takut debit air semakin meninggi, saat ini saja debit air sudah setengah meter,” kata Subahanor.


Subahanor dan warga lainnya berharap pemerintah daerah bertindak cepat membantu para korban banjir. 

(AI/B-5)