WARGA Kating­an masih be­lum­ peduli ten­tang man­faat kebersihan lingkung­an. Sebab sebagian warga masih membuang sampah sembarangan.


Fakta ini diungkapkan Sek­da Katingan Nikode­mus­ saat memimpin aksi Jum­­at Beriman di Komplek Pa­sar Kasongan, Jumat (26/2/2016).


Nikodemus melihat fakta di depan kantor Telkom Jalan Revolusi, Kasongan banyak sam­pah berhamburan di lu­ar tempat pembuangan sem­entara (TPS), padahal di wilayah ini disediakan dua TPS.


Begitu pula sampah di depan RSUD Mas Amsyar, terutama di luar dan di drainase­nya.


Namun lingkungan di da­lam ru­mah sakit terlihat ber­sih, tapi di luar dan drainase­nya ba­nyak sampah.


“RSUD Mas Amsyar ini mungkin hanya mengurus lingkungan yang di dalam­nya­ saja, sedangkan yang di luarnya tidak diperhatikan,” se­butnya.


Soal kebersihan pasar juga tak luput dari sorotan Sekda­. Saat melihat beberapa drai­nase, dia geleng-geleng kepa­la, karena drainase pasar ikan dan sayur tertutup oleh sam­pah, sehingga drainase ter­genang karena air tidak me­ngalir.


“Saya khawatir kalau drai­nase ini dibiarkan begitu saja, penghuni pasar atau pe­dagang akan terserang pe­nyakit malaria.


Sebab genangan air seba­gai­ tempat bersarangnya nya­muk yang bisa mendatang­kan penyakit malaria. Menu­rutnya program Jumat Beriman merupa­kan­ agenda rutin sekali sebu­lan oleh SKPD, sedangkan lokasinya bergantian. Selain di Komplek Pasar Kasongan dan Pasar Kereng Pangi juga di­laksanakan di komplek per­mukiman penduduk.


Selain itu di lingkungan perkantoran dan lain seba­gai­nya.


Dalam waktu dekat akan ada penilaian kebersihan Adipura dari tim provinsi.


“Jadi sebentar lagi kota Ka­songan akan dinilai kebersihannya. Makanya agar daerah kita bisa mendapat nilai ba­gus, maka masyarakatnya harus mendukung dengan me­mulai membersihkan lingkungannya,” katanya.


“Yang jelas tujuan utama Jum­at Beriman ini untuk me­nggugah masyarakat agar peduli kebersihan lingkung­an,” sebutnya. (B-6)