MEMBAHAS mengenai Suku Dayak biasanya tidak lepas dari du­nia mistis. Hal ini salah satunya disebabkan sejak zaman da­hulu, Suku

Dayak telah terkenal akan kemampuan mis­tinya.


Karenanya tidaklah mengherankan bila kemudian banyak ber­munculan benda mistis yang berasal dari Suku Dayak. Salah satunya bernama penyang atau penyong.


Penyang merupakan sejenis jimat yang diwariskan secara turun-temurun oleh keluarga Suku Dayak. Bentuknya bermacam-macam. Ada yang berupa kayu-kayuan, batu-batuan, botol-botol kecil yang tertutup rapat, juga taring binatang.


Biasanya pemilik penyong menjadikan jimat itu sebagai mata kalung atau diikat bergelantungan pada sarung mandau.


Sebagian besar Suku Dayak meyakini penyang dihuni Jata Lalunjung Panjang yang bertempat tinggal di langit ke tiga.Karenanya, Suku Dayak yakin penyang yang mereka punyai miliki kemampuan khususnya. Seperti bisa membuat kebal, menjadi berani, dan lain sebagainya.


Tidak cuma itu, ada p­ula penyang yang diyakini mampu menolak bala, bencana, mengobati orang sakit, menghindari gangguan makhluk halus, dan lain-lain.


Namun, pemilik penyang harus berhati-hati dalam menja­ga jimat tersebut. Sebab, ada pantangan yang tidak boleh dilanggar. Salah satu pantangan yang paling umum ialah dilarang di­langkahi. (B-3)