BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Riza Rahmadi mengungkapkan, luas tanam padi di Kabupaten Barito Timur kembali menurun sejak tahun 2020. Dia kemudian menyarankan beberapa hal untuk meningkatkan kembali luas tanam padi tersebut.
"Kita (Barito Timur) pernah di tahun 2019 luas tanam (padi) kita di angka 18.000 (hektare) lebih. Kalau kita melihat tren kita dari data kerangka sampling area, dari 2020, 2021 sampai dengan 2022 kemarin, trennya menurun," ungkap Riza saat melakukan kunjungan monitoring kemandirian Benih Padi di Barito Timur, Selasa, 14 Februari 2023.
Dia meminta agar mandiri benih seluas 80 hektare pada penangkaran benih di Kecamatan Pematang Karau dan Dusun Timur yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan benih 12.600 hektare lahan sawah, dimaksimalkan untuk meningkatkan kembali luas tanam padi di Barito Timur.
"Saya berharap, mandiri benih yang berada di irigasi teknis ini segera dilaksanakan karena target kita musim tanam Asep (April-September 2023) harus segera terealisasi, sehingga lahan seluas 12.600 itu bisa ditanami benih itu," tegasnya.
Berikutnya, Riza mengingatkan pemerintah kabupaten melalui dinas pertanian dan ketahanan pangan agar mempertahankan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau LP2B.
--page
"Tadi saya sudah bicara banyak dengan teman-teman di sini (dinas pertanian dan ketahanan pangan) supaya lahan LP2B tetap dipertahankan dan direalisasikan perda-nya (peraturan daerahnya), supaya kita bisa mengamankan lahan (pangan) kita ini sampai anak cucu," terangnya.
Untuk menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Tengah, Riza juga berencana membangun lumbung pangan di setiap kabupaten penghasil gabah, seperti lumbung pangan yang ada di Desa Tangkum Kabupaten Barito Timur.
"Saya akan melihat nanti di lapangan terkait dengan lumbung pangan di beberapa titik dan akan diterapkan di beberapa daerah yang dimulai di Barito Timur. Jadi pada musim tanam saat petani kehabisan beras dia bisa meminjam di lumbung pangan dan mengganti saat panen sehingga ketahanan pangan di desa tetap terjaga," tandas Riza. (BOLE MALO/Y)









