PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Fenomena childfree atau tidak ingin memiliki anak setelah menikah memang menjadi trending pada pasangan anak muda termasuk di Indonesia sendiri. 

Psikolog Klinis RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Windarti Aji, S. Psi, M. Psi, Psikolog mengatakan ada beberapa penyebab psikologis dari fenomena childfree. 

"Ada beberapa faktor yang menyebabkan pasangan memutuskan untuk tidak memiliki anak antara lain, peristiwa traumatis, kondisi kesehatan, dan status ekonomi pasangan" katanya, Rabu, 15 Februari 2023.

Ia menjelaskan peristiwa traumatis yang disebutkan tadi berkaitan dengan adanya pengalaman yang tidak menyenangkan dengan anak ataupun pada masa anak-anak yang menyebabkan mereka mengalami kecemasan atau ketakutan untuk memiliki anak.

Lalu ia menyarankan bagi pasangan childfree akibat masalah emosional atau trauma maka dianjurkan untuk melakukan konseling ke pelayanan psikologi.

Windarti menambahkan alasan untuk memutuskan childfree selain adanya trauma, kemungkinan penyebab lainnya yaitu adanya gangguan secara fisiologis. 

"Mungkin ada secara fisiologis, mereka sebenarnya mungkin sudah melakukan pemeriksaan diri ya, ternyata dari sisi kesuburan atau berkaitan dengan organ reproduksi mereka mengalami masalah. Nah, itu salah satu faktor akhirnya mereka tidak ingin memiliki anak" katanya. 

Dia menyampaikan pasangan yang memutuskan childfree bukan tidak ingin memiliki anak tetapi ada faktor yang mempengaruhi sehingga tidak memungkinkan mempunyai keturunan. 

--page

Windarti Aji, S. Psi, M. Psi, Psikolog, Psikolog Klinis RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mengatakan bahwa dia menghargai pada persepsi masing-masing individu terkait chilfree tersebut.

"Secara psikologis, kita tetap menghargai perbedaan individu, tidak ada individu yang sama. Jadi kita menghargai pola pikirnya, persepsinya, pribadinya" ujarnya. (NURITA/R)