PASAR Desa Tabakanilan, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menjadi langganan banjir di musim penghujan. Kondisi yang tak ada perbaikan ini dikeluhkan oleh para pedagang di sana. 


“Akibat banjir, penjualan barang-barang kita berkurang. Biasanya kalau tidak banjir penjualan bisa mencapai Rp1,5 juta sampai Rp2 juta.


Waktu banjir seperti ini penjualan hanya Rp500 ribu,” kata Saifullah, salah seorang pedagang di Pasar Tabakanilan, kepada Borneonews, Minggu (28/2/2016).


Karena kondisi ini, mulai banyak pedagang enggan mengisi lapak-lapak di pasar. Mereka malah menggelar lapak jualan di pinggir jalan.


Menurut Syaifullah, ini karena ketinggian air di sekitar blok lapak-lapak tersebut mencapai 25-30 centimeter, sehingga pembeli pun enggan datang ke sana. “Kami pun terpaksa menggelar dagangan di pinggir jalan, walau bersesakan,” imbuhnya.


Pasar Tabakanilan berada di tepi Sungai Ayuh. Saban musim hujan, sungai ini hampir selalu meluap, hingga airnya merendam pasar. Bangunan pasar memang berada di dataran rendah. Sementara siring pembatas sungai juga dibangun terlalu rendah. 


Menurut Syaifullah, seharusnya pemerintah segera menimbun dan meninggikan siring untuk mencegah banjir yang berulang. Menurut Camat GBA, Susupniati, pihaknya sudah mengusulkan permintaan pedagang itu.


“Kita sudah mengusulkan melalui musrenbangdes, maupun kecamatan agar dilakukan perbaikan siring serta penimbunan di lokasi pasar,” ucapnya. 

(UR/B-10).