WABAH demam berdarah dengue (DBD) di Kalimantan Tengah (Kalteng) kali ini merenggut nyawa biksu bernama Liem Singgih Djayawijaya (52 tahun). Ia ditemukan tewas di sebuah kamar, perumahan Vihara Avalokitesvara, Jalan Tjilik Riwut Kilometer (KM) 9 Palangka Raya,  Minggu (28/2/2016), sekitar pukul 05.30 WIB. 


Pria asal Galaxi Bumi Permai, RT 06/RW 06, Medokan Semampir Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, yang sudah menetap lama di Palangka Raya, itu ditemukan dalam posisi telentang. Jasadnya masih mengenakan pakaian biksu.


Temuan itu sempat menghebohkan warga setempat. Aparat kepolisian yang menerima kabar langsung meluncur ke lokasi. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus, Palangka Raya.


Sempat berobat


Korban ditemukan pertama kali oleh Aseng Samhuda (35), warga Jalan Menteng, yang awalnya hendak menemui sang biksu. “Ketika saya temukan, sudah dalam posisi meninggal dunia,” katanya. Namun, dia tidak mengetahui persis penyebabnya. 


Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP, Todoan Gultom, mengatakan, korban diduga kuat meninggal akibat terserang demam berdarah dengue (DBD). Sebab, pada Sabtu (27/2/2016) malam, korban sempat mengecek kondisi tubuhnya ke RSUD Doris Sylvanus. Kemudian, hasil laboratorium menyatakan bahwa dia terkena DBD. 


“Sudah dikoordinasikan dengan RSUD Doris Sylvanus. Hasil lab tadi malam DBD,” kata Gultom. 


Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkung-an (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng, dr Endang Narang, menyebutkan, sepanjang Januari hingga pertengahan Februari 2016 tercatat 541 orang menderita DBD. Delapan orang meninggal, dua di antaranya warga Palangka Raya. Kematian biksu menjadi kasus ketiga yang meninggal karena DBD di Kota Cantik. (BY/B-1)