Sekitar 20-an motor trail meraung-raung di jalan berpasir dan lumpur di   pinggir Kota Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.  Setelah berjumpa dengan tim Borneonews yang juga menyambangi jalur yang sama,  para pemotor itu membuka helm.  Mereka ternyata rombongan pemotor trail dari Polres Kotawaringin Barat.

Sambil menyeka peluh yang bercucuran di Minggu (29/02/2016) siang itu, salah seorang peserta menceritakan route yang mereka tempuh.  Dari Kota Pangkalan Bun, mereka menyusuri jalur Pasir Pajang menuju Kumpai Batu Atas, setelah itu menyusuri jalur Hutan Lindung dan kemudian masuk ke kawasan Hutan Produksi menuju ke daerah Sabuai.  "Kami mau ke pantai," kata salah seorang dari mereka.  Pantai yang dimaksud tentu saja Pantai Sabuai, yang menghadap ke Laut Jawa.

Sebagian warga Kotawaringin Barat sudah mengetahui, jalur yang ditempuh para pemotor trail ini adalah jalur altenatif,  yang kelak akan menjadi jalur utama menuju pantai wisata Sabuai. Atau juga pantai wisata yang terbentang di kawasan Bugam Raya, yaitu pantai Keraya, Teluk Bugam,  Sungai Umbang, termasuk pantai Kubu.
Jalur ini merupakan jalur pintas menuju Sabuai. Sebab jika menempuh jalur yang biasa, yaitu Pasir Panjang, Kuhu,  Teluk Bugam, Keraya dan kemudian Sabuai,  jaraknya sekitar 80 km.  Seangkan jika lewat jalan pasir ini,  hanya sekitar 35 km.

Kelak, jalur yang saat ini masih berupa jalan tanah atau pasir ini,  akan menjadi jalur utama.  Yaitu ketika bandar udara yang baru sudah dibangun. Yaitu bandara baru yang berlokasi di kawasan Sabuai, menggantikan Bandara Iskandar yang ada sekarang.  (*)