Organda Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta berperan menertibkan armada angkutan berat di jalanan. Selama ini faktor utama kerusakan ruas jalan di Kotim paling banyak karena lalu lintas angkutan berat.
“Sebagai wadah berhimpunnya pengusaha angkutan, kami minta Organda juga peduli dengan ketertiban di jalan. Masyarakat sudah jengkel dengan tetap melintasnya angkutan berat di dalam kota,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Jainudin Karim, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/2/2016).
Politisi Partai Gerindra itu pun tidak menampik kelancaran arus lalu lintas barang dan jasa sebagai salah satu tolak ukur bergeliatnya ekonomi di daerah. Ketidaklancaran angkutan barang juga akan berdampak pada inflasi. Namun pengusaha angkutan juga mesti memahami daya tahan jalan di daerah ini terbatas. Sesuai aturan jalan kelas C hanya mampu dilewati menahan beban maksimal delapan ton.
“Karena itu kami minta kepedulian para pengusaha, pemilik, dan sopir angkutan berat. Bagaimana semuanya bisa jalan. Arus barang dan jasa bisa tetap jalan, dan masyararakat yang memiliki hak sebagai pengguna jalan juga bisa merasakan kenyamanan dan ketertiban di jalan,” ujar Jainudin.
Pemerintah daerah sudah menyediakan jalur alternatif di Lingkar Selatan, dan telah dialokasikan anggaran Rp38 miliar. Terdiri dari anggaran Pemprov Kalteng Rp28 miliar dan Pemkab Kotim Rp10 miliar. Namun proyek perbaikan jalan baru dilelang sekitar Mei-Juni 2016.
“Peran Organda juga kami minta untuk membantu penanganan jalan agar fungsional. Sementara menunggu proyek perbaikan dari pemprov,” kata dia. (MUHAMMAD RIFQI/m)


