Eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kabupaten Sukamara membantah anggapan bahwa mereka lebih memilih memanggil guru ke rumah, ketimbang menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah umum.
Edi, seorang eks anggota Gafatar mengatakan, sekolah di rumah yang anak-anaknya lakukan saat ini merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi ketidak mampuan mereka dalam membelikan perlengkapan sekolah anak-anaknya.
“Kami tidak menyekolahkannya di luar karena alasan biaya, sehingga dengan belajar di rumah adalah solusi bagi kami” kata Edi.
Sebelumnya pihak pemerintah Kabupaten Sukamara mengimbau kepada orang tua eks anggota Gafatar untuk menyekolahkan anak-anaknya yang ada di pemukiman tersebut. Terlebih pemerinth daerah Kabupaten Sukamara telah memprogramkan pendidikan gratis untuk semua tingkatan dari sekolah dasar sampai SLTA.
“Kita tahu sekolah gratis, tapi untuk membeli perlengkapan sekoalah dari seragam sekolah, sepatu, tas dan perlengkapan lainnya membutuhkan biaya. Kami tidak punya uang” jelasnya.
Edi menuturkan, ia dan orang tua lainnya siap-siap saja untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah umum jika memang ada bantuan dari pemerintah untuk memenuhi perlengkapan sekolah.
“Kita siap saja menyekolahkan jika memang ada bantuan dari pemerintah untuk kelengkapan sekolah,” ujar Edi. (NUR HASANAH/m)


