PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Tim Penggerak dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Ivo Sugianto Sabran meminta seluruh stakeholder agar mendukung program revitalisasi kembali pos pelayanan terpadu (Posyandu).

"Posyandu merupakan layanan atau kegiatan kesehatan dasar yang ada di tingkat desa dan kelurahan dalam mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan dan risiko stunting sejak dini," katanya, Jumat, 17 Februari 2023.

Menurutnya, dengan adanya Posyandu bisa memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkelanjutan, agar deteksi dini stunting bisa diketahui dan dapat dilakukan intervensi secara cepat dan tepat.

"Stunting dapat menghambat pertumbuhan dan mampu mempengaruhi perkembangan otak yang tidak maksimal sehingga menyebabkan kemampuan mental dan belajar kurang hingga mempengaruhi perkembangan anak," jelasnya.

Ia mengatakan, penurunan stunting yang masih cenderung kecil harus menjadi pendorong untuk dapat bekerja lebih keras lagi. Kolaborasi dan integrasi berbagai program harus lebih ditingkatkan lagi oleh pemerintah, akademisi, media, dan organisasi kemasyarakatan.

--page

"Mari kita aktifkan kembali Posyandu yang merupakan kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan. Dengan keaktifan Posyandu, diharapkan kita dapat mencegah sejak dini terjadinya stunting di masyarakat," pungkasnya. (NOPRI/H)