KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menggelar sosialisasi pengawasan kearsipan di lingkup pemerintah Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan di aula Bappedalitbang, 16-17 Februari 2023.

"Kegiatan sosialisasi pengawasan kearsipan ini kami laksanakan dengan tujuan untuk mengukur sejauh mana hasil pelaksanaan pembinaan kearsipan dan kendala di perangkat daerah," ujar Bupati Gunung Mas Jaya S Monong melalui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maria Efianti, Jumat, 17 Februari 2023.

Kegiatan tersebut juga menjalin kerja sama dengan perangkat daerah yang ada di Kabupaten Gunung Mas dalam upaya meningkatkan penyelenggaraan kearsipan.

Sosialisasi pengawasan kearsipan kata Maria juga untuk memperoleh solusi/pemecahan masalah dalam pengelolaan kearsipan di Perangkat Daerah Kabupaten Gunung Mas serta terwujudnya kerjasama pengelolaan kearsipan yang baik di Kabupaten Gunung Mas.

"Dengan adanya kegiatan ini, kami harap bisa mendorong kesadaran bagi seluruh elemen perangkat daerah dalam meningkatkan pengelolaan arsipnya agar terwujud pengelolaan arsip yang andal, terjaminnya keselamatan dan keamanan arsip, keselamatan aset nasional serta meningkatkan kualitas pelayanan publik," terang Maria.

Selain itu, kegiatan sosialisasi pengawasan kearsipan juga untuk memenuhi indikator penilai kearsipan dalam audit/pengawasan eksternal sebesar 40 persen.

Maria mengatakan yang mana angka tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil Tindak Lanjut Pengawasan Kearsipan oleh Arsip Nasional RI maupun Laporan hasil Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi oleh Kemenpan RB.

--page

Maria melanjutkan dalam kesempatan tersebut juga akan dilaksanakan kegiatan audit/pengawasan internal kearsipan terhadap perangkat daerah sesuai dengan standar indikator penilaian tentang tata kelola dan sarana prasarana kearsipan Perangkat Daerah oleh Tim Audit Pengawasan Kearsipan Internal pada bulan April 2023.

"Selain itu, dalam waktu dekat juga akan diadakan rapat seluruh kepala perangkat daerah untuk melakukan kesepakatan terhadap kesesuaian 8 instrumen kebijakan kearsipan," tukas Maria. (RISKA YULYANA/R)