BUPATI Kotawaringin Timur Supian Hadi menyayangkan masih ada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang saling lempar tanggungjawab dalam melaksanakan tugas di lapangan. Sehinga berdampak para kurang efektifnnya pelayanan kepada masyarakat.


“Permasalahan di Kotim adalah masalah kita bersama, jangan sampai saling melempar tanggung jawab. Kalau ada masalah karus saling koordinasi,” tegas Supian Hadi dihadapan para kepala SKPD dan ratusan pegawai saat apel gabungan di Kantor Bupati Kotim, Senin (29/2/2016).


Dia mencontohkan, adanya penutupan jalan dengan menanam pohon pisang di tengah jalan yang dilakukan oleh veteran di Jalan Telaga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang beberapa waktu lalu. Itu karena tidak adanya koordinasi antarSKPD, dan SKPD terkesan saling lempar tanggungjawab.


Supian Hadi mengaku kecewa dengan sikap aparaturnya yang tidak bisa bekerjasama dalam membangun Kotim. Pembangunan bisa terjadinya jika semua itu dilakukan dengan bersama-sama tanpa harus diperintah.


Penutupan jalan dengan menanam pohon pisang itu sempat mengganggu lalulintas. Aksi itu puncak dari kekecewaan dengan kerusakan jalan yang dilalui angkutan bemuatan di atas 8 ton. Di mana pemerintah daerah tidak pernah memberikan tindakan tegas kepada pengusaha angkutan. 


“Di sini kepala SKPD harus jeli, kenapa ada penutupan?. Kalau memang kerusakan jalan itu akibat ulah angkutan bermuatan di atas 8 ton, tegakkan aturan, tindak mereka yang melanggar. Kalau hanya imbau-imbau terus akan percuma,” kata Bupati dua periode itu.


Misalnya, kejadian di Jalan Telaga, jika PU menunggu anggaran perbaikan, dinas lainnya diharapkan bagaimana menerapkan peraturan daerah. Seperti Satuan polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo). 


“Seperti pada periode pertama ribut masalah truk masuk kota. Kita kordinasi dengan Lantas dan saya minta Sekda bikin pos pengawasan. Truk jangan masuk lagi jam-jam yang dilarang. Kalau mereka tetap masuk ya terapkan aturan.” 

(FI/B-7)