Saat ini, intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) cukup tinggi. Sehingga, kondisi itu berpotensi menyebabkan bencana banjir. Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gumas menyatakan siaga terhadap

bencana banjir.


Hal itu disampaikan Kepala BPBD Gumas M Rusdi saat ditemui Borneonews di sela-sela kagiatan rapat di Kantor Pemkab Gumas, Senin (29/2/2016). “Berdasarkan data dari BMKG (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), intensitas hujan di wilayah Gumas masih tinggi, sehingga kita siaga bencana banjir,” kata Rusdi.


Ia melanjutkan sebagai bentuk kesiapsiagaan mengantisipasi musibah banjir, BPBD Gumas telah mendirikan Posko Siaga Banjir di halaman Kantor BPBD di Tumbang Tutuh, Kecamatan Rungan dan di Tewah, Kecamatan Tewah. Keberadaan posko ini untuk memudahkan koordinasi apabila terjadi bencana.


“Dalam posko siaga banjir kita melibatkan banyak pihak. Seperti Dinas Sosial, kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan serta pihak terkait lainnya,” terang dia.


Menurut Rusdi, sejak memasuki musim penghujan sekitar Desember 2016 lalu hingga saat ini. Belum pernah terjadi bencana banjir yang signifikan mengganggu aktivitas warga. Meski begitu, BPBD dan instansi terkait lainnya tetap melakukan pemantauan terutama di daerah-daerah yang potensial terjadi bencana banjir.


“Pada 8 Februari lalu, di desa Tumbang Lapan, Kecamatan Rungan Hulu. Memang sempat terjadi banjir, namun tidak sampai ke rumah warga dan dalam beberapa jam saja air kembali surut dan kita terus melakukan pemantauan,” ungkap dia.


Rusdi mengingatkan kepada warga Kabupaten Gumas agar tidak lengah dan selalu siap siaga menghadapi bencana banjir. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah-daerah yang rawan banjir seperti wilayah Kelurahan Tumbang Rahuyan dan Rungan Hulu. (EP/B-8)