BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Program Pelayanan yang menangani program litbang di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS Arfie Thahar menyampaikan, kegiatan sosialisasi dan pembekalan tentang Program Grant Riset Sawit dan bagaimana penulisan proposal riset diselenggarakan BPDPKS dapat diikuti dan terbuka untuk semua lembaga penelitian.
Kegiatan ini sudah dilakukan terutama di wilayah-wilayah ujung Sumatera dan Timur Indonesia, yaitu di Universitas Syiah Kuala yang sudah dilaksanakan pada 18 Januari 2023 dan Universitas Sumatera Utara pada 25 Januari 2023 yang lalu. Saat ini kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Universitas Hasanudin pada 15 Februari 2023 dan Universitas Tadulako pada 17 Februari 2023.
"Program ini terbuka untuk semua lembaga penelitian yang berada baik di Perguatan Tinggi, lembaga riset swasta, atau lembaga lainnya yang berkompeten untuk melakukan riset di bidang kelapa sawit," kata Arfie dalam rilisnya pada Sabtu, 18 Februari 2023.
Penyampaian usulan Proposal Penelitian menurutnya dapat disampaikan melalui aplikasi https://program-riset.bpdp.or.id/ yang akan ditutup pada 28 Februari 2023 ini.
Disampaikan juga bahwa, selain pendanaan untuk para Peneliti atau Dosen, terdapat juga pendanaan penelitian bagi para Mahasiswa yang dilaksanakan melalui Program Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa.
--page
"BPDPKS akan memberikan pendanaan penelitian bagi 30 kelompok mahasiswa yang telah diseleksi dengan dana penelitian maksimal Rp20 Juta," bebernya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor UNHAS yang diwakilkan kepada Kepala LPPM, Prof dr Muh Nasrum Massi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan Sosialisasi Grant Riset Sawit di Kampus UNHAS.
"Semoga kedepannya terdapat kontribusi dari peneliti kami untuk dapat menghasilkan riset kelapa sawit yang bermanfaat. Tidak hanya dari Fakultas Pertanian, tetapi semua bidang keilmuan, termasuk kedokteran tentunya bisa memberikan kontribusi," harapnya.
Dr Tony Liwang sebagai salah satu anggota Komite Litbang BPDPKS menyampaikan insight-nya tentang riset kelapa sawit.
"Kami di kelapa sawit sangat membutuhkan ahli-ahli dari berbagai bidang, termasuk hukum. Ahli Hukum dibutuhkan untuk memajukan kelembagaan kelapa sawit kita," ujarnya.
--page
Sementara itu, kegiatan di Universitas Hasanudin dibuka oleh Ketua LPPM UNTAD, Dr M Rusydi. Disampaikan bahwa Sulawesi Tengah berpotensi untuk mengembangkan kelapa sawit. Potensi ini perlu diupayakan dengan peningkatan SDM, khususnya dalam bidang riset. Rusydi berharap agar kebermanfaatan dana sawit dapat merata secara nasional, dan Universitas Tadulako siap untuk berkontribusi. (TESTI PRISCILLA/H)









