Kabar terjadinya perselisihan antarsuku dibantah dengan tegas oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Kalimantan Selatan Brigjen Pol Agung Budi Maryoto. 


Menurutnya, peristiwa penusukan yang terjadi di Kota Banjarmasin, beberapa waktu lalu, merupakan kasus kriminalitas murni dan tidak ada latar belakang sentimen kesukuan.


Oleh sebab itu, Kapolda Budi menghimbau kepada masyarakat Kalsel untuk tidak terpancing isu-isu menyesatkan yang menyebut bakal terjadi kerusuhan antarsuku.


“Itu tidak benar. Kasus penusukan yang terjadi beberapa waktu lalu di Banjarmasin, itu murni kasus kriminalitas, tidak ada unsur lainnya,” sebut Kapolda Budi di Banjarmasin, Minggu (28/2/2016).


Bahkan, untuk meyakin-kan masyarakat, Kapolda menyebut telah terjadi kesepakatan damai antara Dewan Adat Dayak (DAD) dan Ikatan Keluarga Madura (Ikama) untuk menye­lesaikan kasus penusukan tersebut melalui jalur hukum. 


Meski salah satu tersangka telah menyerahkan diri ke polisi, menurut Ikama, sambung Kapolda, mereka berjanji untuk membantu pihak kepolisian untuk mencari dan menyerahkan para pelaku yang belum tertangkap.


Dengan adanya kesepakatan dan kesanggupan dari dua belah induk organisasi kesukuan tersebut, Kapolda Budi meminta masyarakat untuk jangan sampai terprovokasi dan memecahbelah perdamaian yang sudah terjalin dengan baik.


“Banjarmasin kondusif dan masyarakat diharap tetap tenang dan jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak benar adanya, serahkan semuanya kepada pihak kepolisian,” himbau Kapolda Budi.


Turut menjaga situasi


Terpisah, tokoh DAD Kalsel, Dehen, mengungkapkan, pihaknya juga telah menghimbau warga Dayak untuk turut menjaga situasi tetap kondusif. Pihaknya juga menghimbau masyarakat supaya tetap tenang dan tidak terprovokasi. 


Dia mengimbau agar masyarakat tetap tenang jangan terpancing atas kejadian beberapa waktu lalu, semua serahkan ke polisi sebagai penegak hukum.


“Korban dari kejadian itu saya anggap menjadi pahlawan perdamaian di bumi Kalsel ini, meskipun yang lain tak menilainya seperti itu,” tutur Dehen. 

(ANT/B-12)