PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Natalia mendukung wacana atau keinginan Pemprov Kalteng yang hendak membangun penggilingan padi berskala besar di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis).

Natalia mengatakan, dengan adanya pengilingan atau pabrik pengolahan padi menjadi beras tersebut maka dapat mendorong produksi padi dan beras dari lahan food estate.

"Kita harap wacana itu bisa terealisasi, sebab dengan adanya pabrik padi itu dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat khususnya Kalteng," ucapnya, Minggu, 19 Februari 2023.

Diyakini Natalia, apabila keberadaan food estate memiliki sarana dan prasarana pendukung yang memadai seperti halnya pabrik padi maka program ketahanan pangan nasional tersebut akan semakin sukses kedepan.

"Kalau pembangunan pabrik sukses bisa memperkuat ketahan pangan. Kalteng bisa mengolah dan membuat beras kemasan sendiri, tampa harus ke luar pulau. Ini tentu bisa menjadi nilai positif bagi daerah," ujarnya.

Natalia mengungkapkan, saat ini untuk komoditi beras Kalteng juga masih bergantung dengan pasokan dari luar pulau baik dari Kalsel maupun pulau Jawa. Padahal potensi di provinsi ini sendiri sangatlah besar, hanya saja kurang dimaksimalkan.

"Tentu adanya wacana pembangunan pabrik pengolahan padi ini merupakan angin segar bagi Kalteng untuk bisa mandiri pangan. Terlepas dari itu kualitas beras kita juga harus bagus dan perlu dijaga kebersihannya agar bisa bersaing dengan beras dari luar di pasaran," tuturnya.

--page

Natalia menyebut, untuk membangun pabrik pengilingan padi di Kabupatren Pulang Pisau nantinya Pemprov Kalteng akan menyediakan dana kurang lebih sebesar Rp 20 miliar dan diharapkan hal itu bisa segera terwujud.

"Harapan kuta tentu itu tidak sekedar wacana dan bisa secepatnya diwujudkan dan bisa juga segera operasional. sekali kita mendukung keinginan pemerintah tersebut, serta dana untuk membangun pabrik itu harus dapat dimaksimalkan dengan baik," tutupnya. (DONNY D/R)