DATA Dinas Keseha­tan Kabupaten Barito Timur (Bartim) sebanyak delapan orang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrom (HIV/AIDS).


“Kasus tersebut ditemukan pada 2015 lalu,” kata Kepala   Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Bartim, Jimmi H, belum lama ini.


Dari delapan kasus tersebut, kata Jimmi, satu orang  telah meninggal dunia. Data itu berdasarkan klinik visit dari RSUD Tamiang Layang.


 “Untuk itu, kami  telah memprogramkan setiap tahun melakukan pemeriksaan ke semua PSK, yang tersebar di beberapa titik di antaranya di Lokalisasi Kunding di Banua Lima, Unsum, dan Lokalisasi di Desa Kandris Km 4,” ucap Jimmi.


Penularan  HIV/AIDS, kata Jimmi, bisa melalui jarum suntik bekas atau tidak steril seperti yang dilakukan oleh pengguna narkoba, melalui hubungan seks berganti – ganti pasangan, dan dari ibu hamil yang sudah terinfeksi HIV/AIDS yang ditularkan ke bayinya melalui proses kehamilan, melahirkan dan menyusui.


Penyebaran penyakit HIV/AIDS hanya bisa ditekan lewat pencegahan di antaranya yakni menahan diri untuk tidak sampai terjerumus narkoba dan menjauhi hubungan intim dengan berganti-ganti pasangan.


“Sebab, hingga saat hingga sampai saat ini penyakit HIV/AIDS masih belum ada obatnya atau yang bisa menyembuhkan,” ingat Jimmi yang juga seorang dokter itu.


Menurut Jimmi, apabila pola hidup seperti itu terus dipertahankan tidak menutup kemungkinan penyebaran HIV/AIDS di Bartim akan terus bertambah dan sulit ditanggulangi penyebarannnya.


“Oleh karenanya, bagi masyarakat yang menggunakan narkoba atau pengguna narkoba dan masyarakat yang suka atau terbiasa berhubungan intim dengan cara berganti-ganti pasangan sebaiknya berhenti sejak sekarang,” harapnya. 

(AI/B-5)