JALUR penghubung Desa Medang Sari dan Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dinilai perlu ditingkatkan.
Hasil monitoring Komisi C DPRD Kobar bersama dinas terkait, pekan lalu, lalu lintas sepanjang 14 kilometer (KM) itu kini terbilang ramai dan diprediksi bakal jadi salah satu jalur penting.
Mengingat jalur tersebut merupakan salah satu jalur yang terintegrasi dengan kawasan Bundaran Tudung Saji, Kelurahan Baru. Yang pengembangannya, setahun belakangan, juga sedang digenjot oleh pemerintah.
Ketua Komisi C DPRD Kobar, Rusdi Ghozali mengatakan, banyak hal yang komisinya dapatkan dari monitoring secara marathon yang dilakukan pekan lalu. Salah satunya mengenai meningkatnya lalu lintas di jalur yang menghubungkan Desa Medang Sari dan Desa Natai Baru menuju kawasan Bundaran Tudung Saji.
Kondisi lalu lintas dan nilai fungsi jalan itu, menurutnya, harus didukung dengan peningkatan jalan. “Dari Medang Sari ke Natai Baru Itu panjangnya sekitar 14 KM. Ternyata jalur itu sekarang juga cukup ramai. Nah, itu harus ditingkatkan,” ujar Rusdi Ghozali, Senin (29/2).
Peningkatan jalan yang terintegrasi dengan kawasan Bundaran Tudung Saji itu, lanjut Rusdi Ghozali, tetap akan jadi hal yang prioritas di Kobar.
Karena, pembangunan Terminal Kelas A, kendaraan angkutan Antar Kabupaten Antar Provinsi (AKAP) di kawasan Bundaran Tudung Saji, setahun belakangan juga tengah digenjot pemerintah daerah.
Pengembangan kawasan dan tata ruang di Bundaran Tudung Saji ini, menurutnya, secara tidak langsung akan memicu jalur Medang Sari-Natai Baru akan ikut berkembang.
“Jalur itu nantinya harus representatif dengan kebutuhan. Nilai fungsi dan besarnya manfaat jalan itu akan ikut bertambah seiring mulai berkembangnya kawasan Bundaran Tudung Saji.”
(RD/B-7)


