JUMLAH tempat pembu­ng­an sementara (TPS) di Pulang Pisau masih kurang. Jumlahnya tidak sebanding dengan produksi sam­pah.

Ironisnya lagi, jumlah TPS yang ada makin berkurang.


“Sebelumnya ada 23 TPS, tapi saat ini tersisa 11 TPS,” tutur Kasi Kebersihan dan Penyehatan Lingkungan Di­nas­ Pekerjaan Umum Pulang Pisau, Rini Widigdo, Senin (29/2/2016).


Makin berkurangnya TPS ini karena ada yang ditutup atau dibongkar warga, seper­ti­ di depan kantor kecamatan dan simpang taman kota Jalan Panujung Tarung-Darung Ba­wan.


Alasan dibongkar karena warga tidak setuju jika di sekitar lahan ada TPS. Akibat banyaknya TPS yang dibong­kar­, sehingga sampah tidak terangkut, sehingga terlihat berserakan di atas trotoar.


“Kita hanya mampu  angkut­ 6-7 kubik sampah per hari, sedangkan sampah yang harus diangkut mencapai 10 kubik dan armada truk yang kita miliki hanya dua unit. Sisanya dibantu enam unit roda tiga untuk mengang­kut­ sampah dari sekolah,” terangnya.


Di sisi lain sebagian masya­rakat masih kurang sadar untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.


Masih banyak masyarakat membuang sampah di luar TPS. Padahal Dinas PU dan BLH Pulpis sudah mengim­bau­ melalui spanduk agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.


Rini akan terus mengevalua­si kinerja para petugas kebersihan. “Kita juga membuat jad­wal pengangkutan dan da­lam sehari kita lakukan dua kali,” terangnya.

Di sisi lain Rini mengakui jum­lah personil juga belum sebanding dengan dengan jumlah sarana dan prasara­na.


“Banyak yangtrauma kare­na sampah di TPS tidak diangkut, padahal kita sudah membuat jadwal,” terangnya.


Rini menyebut jumlah petu­gas kebersihan saat ini ada 36 orang. Rinciannya 13 orang sebagai pengangkut sampah, 20 orang sebagai pengumpul sampah dan 3 orang tugas di kantor. (B-6)