KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng bekerjasama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Kapuas telah menggelar Operasi Pasar Murah/Pasar Penyeimbang dalam hal ini penjualan beras bersubsidi kepada masyarakat.

Dalam 10 hari terakhir, Perum Bulog kantor Cabang Kapuas sudah menyalurkan atau memasarkan sebanyak 43 ton beras bersubsidi dari Dinas Ketahanan Pangan Pemprov Kalteng kepada masyarakat.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Kapuas Agung Setia Budi mengatakan penjualan beras bersubsidi ini bertujuan untuk membantu pengendalian tingkat inflasi. 

Karena, telah diwacanakan untuk tahun 2023 - 2024 nanti itu kabupaten/kota yang menjadi Indeks Harga Konsumen itu akan ditambah menjadi 4 kabupaten/kota di Kalteng. Selama ini baru ada 2 kabupaten kota yaitu Palangka Raya dan Sampit.

"Wacananya tahun 2023-2024 itu ditambah dengan Kabupaten Kapuas dan Sukamara. Sehingga, kegiatan ini merupakan perluasan dalam rangka antisipasi kenaikan harga beras yang menyebabkan inflasi," kata Agung kepada wartawan, Senin, 20 Februari 2023.

--page

Sebelumnya, dalam operasi pasar itu ia menyebutkan harga beras subsidi yang dijual untuk beras jenis pera (kerau) ini dengan harga Rp10 Ribu per/kg yang sudah disiapkan dalam kemasan 5 Kg jadi harganya Rp 50 ribu.

Kemudian program kegiatan pihaknya yang merupakan penugasan dari pusat berupa penyaluran beras medium untuk kegiatan SPHP (Stabilisasi Pasokan untuk Stabilisasi Harga Pangan Pokok) khususnya beras.

"Kita sandingkan dua kegiatan ini, yaitu juga menjual beras pulen medium itu 9.950 per Kg sudah dalam bentuk kemasan 5kg seharga Rp48 ribu," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/H)