LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Penularan virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang berkembang menjadi AIDS saat ini marak terjadi. Mengantisipasi hal itu, Pemkab Lamandau melalui Dinkes setempat gencar melaksanakan sosialisasi.

Kepala Dinkes Kabupaten Lamandau, Rosmawati menjelaskan, masa kehamilan merupakan kondisi yang rawan dalam penularan virus mematikan itu. Sangat penting untuk melakukan pencegahan.

“Salah satunya dengan tidak melakukan perilaku beresiko, misalnya ‘jajan diluar’, penularan bisa terjadi melalui itu,” terang Rosmawati di Nanga Bulik. Senin, 20 Februari 2023.

Menurutnya, bisa saja janin yang dikandung para ibu hamil, terjangkit HIV.  Bayi yang harusnya sehat, kata dia, terlahir membawa penyakit yang tidak seharusnya ada, dan beresiko tidak memiliki umur  panjang.

“Kasihan anak-anak yang harus menanggung, maka hal itu harus dicegah sejak dini,” tegasnya. Untuk mengatasi hal negatif yang terjadi, tambahnya, diperlukan pengetahuan yang luas mengenai reproduksi dan hal-hal yang berkaitan dengan HIV. Tidak terkecuali bagi remaja dan kaum muda.

“Kalau tidak diarahkan bisa saja kaum muda terjerumus, maka tugas kitalah yang membimbing dengan baik,” ungkapnya.

--page

Kondisi Kabupaten Lamandau sebagai daerah perlintasan Kalimantan Tengah – Kalimantan Barat, sebut dia, bisa saja menjadi daerah yang berpotensi dalam penularan AIDS. Itu artinya siapa saja dapat berhenti dan melewatinya.

“Kita patut bersyukur, saat ini (Kabupaten Lamandau) masih kondusif dan aman, namun tidak ada salahnya kita waspada dengan penularan HIV/AIDS,” pungkasnya. (HENDI NURFALAH/R)