SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kurang lebih 50 tahun SDN 1 Baamang Tengah berdiri dan pada rentang waktu tersebut bangunan sekolah berdinding kayu itu tidak pernah tersentuh pembangunan. Hingga dinding kelas runtuh tepat saat jam pelajaran, Senin, 20 Februari 2023.

Kepala SDN 1 Baamang Tengah Hasanuddin MS mengatakan, "Dinding kelas tersebut runtuh saat proses pembelajaran berlangsung kemarin hari Senin, 20 Februari 2023," ujarnya, Selasa, 21 Februari 2023.

Tampak dinding antar kelas menganga dan reruntuhan kayu berserakan. Tak hanya itu, atap plafon kelas tersebut juga nampak beberapa telah berjatuhan. Beruntung tidak ada korban terluka parah saat kejadian tersebut.

Hasanuddin berharap pemerintah dapat segera membantu perbaikan sekolah ini. Karena disebutnya, tak hanya ruang kelas bahkan kantor guru juga nampak sudah tak layak. "Kami khawatir kalau terjadi kerobohan lagi dapat membahayakan guru dan siswa," tuturnya. 

Sebelumnya sekolah ini tidak mendapat bantuan pembangunan karena terkendala status tanah yang masih sengketa. Namun ia memastikan saat ini sengketa tanah tersebut telah tuntas. "Semenjak saya dilantik medio Maret 2022 kemarin alhamdulillah tanah sudah clear," jelasnya. 

--page

Sehingga pihaknya gencar memperjuangkan pembangunan sekolah lapuk tersebut agar aman untuk kegiatan belajar mengajar. Mengingat lokasi sekolah yang sangat strategis. (DEWI PATMALASARI/R)