BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya, dalam merayakan ulang tahunya ke 50 tahun, seorang pedagang pentol di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menggelar turnamen Futsal Meatball Cup 2023, di Lapangan Futsal Real, Jalan Sutan Syahrir, Pangkalan Bun.
Pedagang pentol tersebut bernama Jamil, ia mengaku selain merayakan ulang tahun di usia ke 50, turnamen tersebut diadakan karena kecintaanya pada olahraga sepak bola khsusunya Futsal.
"Turnamen Futsal Meatball Cup ini ide dari saya sendiri, karena saya memang suka dengan olahraga sepak bola," ujarnya, saat dibincangi Borneonews.
Ia menyampaikan bahwa sejak dilaksanakan technical meeting (TM) pada 12 Februari 2023 lalu, turnamen tersebut berlangsung sampai dengan Final pada 1 Maret 2023 mendatang.
Adapun peserta terdiri dari beberapa kategori, yaitu kategori umum, pelajar yakni SMA dan SMP se Kotawaringin Barat. Dengan memperebutkan hadiah tropi dan uang pembinaan ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Kategori umum ini diikuti oleh 25 tim, dan memperebutkan hadiah dengan total mencapai Rp 7 juta rupiah.
Sementara itu, dari tingkatan pelajar yakni SMP ada 17 tim dan SMA ada 12 tim. Mengingat pesertanya tidak terlalu banyak, maka hadiahnya menyesuaikan.
"Setiap juara akan mendapat uang pembinaan dan tropy," sebutnya. Turnamen ini murni ia laksanakan tanpa ada sponsor, namun pihaknya tetap menerima jika ada sponsor yang masuk.
"Awalnya menang tanpa sponsor, dan jika ada yang berkenan mensponsori kami terima. Sejauh ini baru ada 1 sponsor yang masuk, kemudian ada juga perorangan yang mau jadi sponsor, tapi sampai saat inibbelum ada wujudnya," kata Jamil.
--page
Jamil yang sudah sekitar 15 tahun berjualan pentol tusuk di depan pintu masuk lapangan Futsal Real ini berharap, agar Futsal di Kobar kembali bangkit.
"Harapan saya Futsal di Kobar ini kembali bangkit, dan ramai lagi. Karena ini kegiatan positif yaitu olahraga," harapnya.
Ia menceritakan bahwa Turnamen Futsal Meatball Cup ini sudah rutin digelar sejak 2012. Namun, sempat tidak jalan karena ada pandemi Covid-19. "Rutin kita laksanakan dan sudah berjalan sekitar 10 tahunan," pungkasnya. (Danang/R)









