BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kerusakan jalan angkutan perusahaan yang belum ditangani di Kilometer 0 (Km 0) Desa Bentot, Kabupaten Barito Timur menggugah Babinsa dari Koramil 1012-02 Bentot dan warga setempat untuk bergotong royong membuang genangan air yang membentuk kubangan.
Babinsa yang terlibat dalam gotong-royong itu yakni Serka Nuzulihadi, Pratu Agung Setiawan, Pratu Nazarrudin, dibantu warga Desa Bentot dari RT 07 dan RT 08.
Serka Nuzulihadi yang diwawancarai usai kegiatan mengatakan, meski jalan tersebut bersatus jalan perusahaan, namun juga merupakan akses utama warga Desa Bentot dan Betang Nalong maupun pelintas dari kecamatan lain.
"Kerusakan jalan ini akibat curah hujan yang sangat tinggi, ditambah ada beroperasinya sarana angkutan berat yang mengangkut hasil tambang dari daerah atas berjumlah ratusan unit dan muatannya melebihi tonase atau berat, sehingga ketahanan jalan dipastikan hancur," ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu, 22 Februari 2023.
"Yang dilakukan perusahaan hanya perbaikan seadanya tanpa memikirkan jangka panjang, juga tidak adanya pembuangan air atau parit, ditambah lagi dengan munculnya tumpukan tanah kanan kiri jalan dan membentuk kubangan di badan jalan, sehingga warga kesulitan melintas," paparnya.
--page
Menyikapi masalah ini, Ketua RT 08 Desa Bentot, Yusman, meminta keseriusan perusahaan angkutan batubara yang menggunakan Jalan Eks Pertamina atau PT Yayang agar bermusyawarah memecahkan permasalahan tersebut.
Dia juga menyarankan agar melibatkan aparatur pemerintah baik pemerintah desa, kecamatan, koramil maupun polsek. Kemudian, juga lembaga adat, warga maupun akademisi untuk bersama-sama mencarikan solusi bagi masyarakat.
"Jadi ada pihak berkompeten yang memberikan saran petunjuk seperti akademisi dari universitas atau dari Dinas PUPR. Lalu dibuatkan badan jalan permanen, ada pelebaran jalan, ada pembuatan parit permanen, ada pembuangan air yang terpusat serta ada gorong-gorong permanen," tandasnya. (BOLE MALO/Y)









