PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Covid-19 masih harus diwaspadai, mengingat virus ini masih belum sepenuhnya hilang dan masih terus bermutasi. Meski perkembangannya semakin melandai, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Provinsi Kalimantan Tengah, Rini Fortina mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti dan memperhatikan anjuran pemerintah, khususnya terkait vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan.

“Jadi sebenarnya selama virus tersebut masih bermutasi, maka sewaktu-waktu bisa meningkat. Jadi, selama itu juga kita masih memerlukan vaksin. Vaksin itu untuk memperkuat kekebalan kita terhadap virus, dan booster itu untuk memperkuat kekebalan yang sudah ada,” katanya.

Rini menjelaskan, perkembangan Covid-19 di Kalteng sudah sangat melandai, dalam sepekan terakhir, hanya ada 1 atau dua hari saja terjadi penambahan kasus positif dengan jumlah testing yang dilakukan mencapai 10 sampai 15 kali.

“Dengan angka itu, sebenarnya kita sudah masuk penilaian endemi. Tapi untuk mencabut status dari pandemi itu tidak mudah. Makanya, kolaborasi dari semua pihak penting untuk menjaga agar Covid-19 ini tidak meningkat,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Rabu 22 Februari 2023 kasus konfirmasi Covid-19 tidak mengalami penambahan. Pasien sembuh bertambah satu orang dari Palangka Raya, dan jumlah pasien meninggal dunia tidak mengalami penambahan. (HERMAWAN DP/R)