PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kalteng berharap peran serta masyarakat dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.

Salah satunya melalui Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) sebagai forum persepsi dan bekerja sama untuk mengatasi permasalahan perempuan dan anak

“Diharapkan Forum PUSPA di Kota Palangka Raya ini bisa menjadi wadah dan langkah awal dalam menggalang partisipasi masyarakat untuk ikut andil dalam mengawasi dan memberdayakan perempuan dan perlindungan anak,” ungkapnya saat mengisi Sosialisasi dan Advokasi Pembentukan Forum Partisipasi PUSPA di Aula DPPKBP3APM Kota Palangka Raya, Rabu, 22 Februari 2023.

Terkait pemberdayaan anak, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan setiap 5 (lima) tahun sekali, angka prevalensi stunting di Kalteng, trennya sudah terus mengalami penurunan.

Dimulai dari angka 41,3 persen pada 2013 menjadi 34 persen pada tahun 2018. Kemudian, dari hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 yaitu 32,3 persen.

--page

Sedangkan pendataan terbaru Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, angka prevalensi stunting di Kalteng sebesar 27,4 persen, dengan target penurunan sebesar 15,38 persen di tahun 2024. (HERMAWAN DP/R)