Produksi kopra para pelaku usaha kopra di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Hilir Timur cukup bagus. Meski begitu, para pelaku usaha kopra ini terbentur kendala karena ketiadaan pabrik pengolah kopra di Kabupaten Seruyan. Oleh karena itu, para pelaku usaha kopra ini meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan untuk mendirikan pabrik pengolahan kopra.


“Selama ini, kopra yang kami hasilkan terpaksa kami kirim keluar daerah seperti Samuda (Kotim) atau Surabaya. Kita hanya menyuplai (bahan baku) kopranya saja. Sedangkan untuk pengolahannya menjadi minyak kita kirim keluar daerah,” kata Johan, seorang pelaku usaha kopra di Desa Pematang Panjang saat ditemui <Borneonews> di kediamannya, Selasa (1/3/2016).


Menurut Johan, apabila Pemkab Seruyan bisa mendirikan pabrik sendiri, tentu hal ini akan mendukung industri kopra di <Bumi Gawi Hatantiring>. Selain bisa meningkatkan nilai tambah dari kopra menjadi minyak kelapa, adanya pabrik juga bisa menyerap tenaga kerja.


“Kalau untuk saya sendiri, sejauh ini saya sudah mempekerjakan 17 orang warga setempat ditambah dua orang karyawan tetap.


Dari usaha saya ini, sudah mampu menopang kehidupan keluarga saya dan anak buah saya,” kata Johan.


 Johan menuturkan pemasaran kopra cukup baik dan permintaan pasar cukup banyak. Hanya saja, pemasarannya terlalu jauh harus keluar daerah. Sehingga, warga berharap Pemkab Seruyan melalui SKPD terkait bisa mendirikan pabrik. 


Ditemui terpisah, Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) Seruyan Suling mengatakan pihaknya sudah cukup banyak membantu dalam memajukan usaha pembuatan kopra itu. Baik menggandeng pengusaha kopra sebagai mitra kerja atau dalam bentuk pendampingan.


“Memang kalau dari segi peningkatan pendapatan warga dari usaha kopra itu kita ingin terus mengalami peningkatan. Namun terkait masalah pabrik yang diinginkan, kita upayakan sambil jalan. Apakah melalui pihak ketiga atau bagaimana teknis realisasinya.


Kita akan coba sepanjang keinginan yang disampaikan itu dinilai bisa memberikan dampak positif lebih bagi warga sekitar,” kata Suling. (PN/B-8)