BUPATI Katingan Ahmad Yantenglie menjamin jika tanaman jahe dan singkong gajah yang akan dikembangkan pasti ada yang membeli.
Dia mengaku sudah bicara langsung dengan petinggi PT Sidomuncul yang akan menampung hasil panen jahe.
Pada 2 Februari 2016, bupati telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Sidomuncul. Intinya, kerja sama itu untuk mengembangkan tanaman jahe dan singkong gajah.
“Terpenting bagi kami saat itu ada jaminan hasil panen pasti dibeli,” imbuhnya saat sosialisasi tindak lanjut nota kesepahaman Pemkab Katingan dan PT Sidomuncul tentang fasilitas pupuk bio organik dan pemasaran hasil pertanian, di kantor Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Selasa (1/3/2016).
Bupati meyakini jaminan yang disampaikan Sidomuncul secara tertulis maupun lisan. Untuk itu dia menjamin pula pihak perusahaan akan ada pasokan jahe dan siongkong karena mereka pasti membeli.
“Makanya jika nanti Katingan tidak ada mengirim hasil panen jahe maupun singkong gajah, maka kita akan malu. Artinya kita punya komitmen,” ujarnya.
Karena sudah ada jaminan dan merasa yakin dengan Sidomuncul, maka bupati mengaku atas nama pribadi sekaligus kepala daerah menjamin bagi masyarakat jika hasil singkong dan jahe nanti pasti akan dibeli.
“Menjamin bukan hanya sekadar omongan, tapi juga harga diri. Ini pertaruhan jabatan. Tapi kita harus berani,” tegasnya.
Diungkapkan, jika harga terendah sudah disepakati, untuk singkong kurang lebih Rp600 per kilo dan jahe Rp4 ribu.
“Saya sudah sampaikan ke Sidomuncul, nantinya jangan sampai hanya selembar MoU saja, namun harus direalisasikan. Itu tekat kita. Langkah pertama setelah MoU melakukan sosialisasi pada masyarakat.” (B-6)


