BORNEONEWS, Pangkalan Bun -Toxic Relationship atau hubungan beracun merupakan suatu hubungan yang tidak sehat yang mengakibatkan salah satu pasangan dirugikan dalam hal psikologi, emosional bahkan fisik.
"Hubungan tidak sehat artinya akan ada salah satu pihak yang merasa dirugikan, tidak nyaman secara fisik, psikologi bahkan meteri, misalnya diporotin" ujar Windarti Aji, Psikolog dari Klinis Psikologi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, 22 Februari 2023.
Perilaku toxic relationship bisa disebabkan karena tidak adanya kesadaran bahwa dalam tindakan yang diberikan terhadap pasangannya adalah perilaku tidak baik.
Dirinya menjelaskan bahwa seseorang yang melakukan suatu perilaku yang mendapatkan respon positif akan dilakukan berulang-ulang.
"Misalnya dia mukul pasangannya tapi yang dipukul itu hanya nangis, dimarahin terus setelah itu sama dia disayang-sayangin, terus yang mukul ini masih saja bela-belain dia. Artinya dia menganggap bahwa apa yang dia lakukan itu sudah benar, tidak masalah toh dia dapat sesuatu yang baik kok, dapat pembelaan dari pasangannya" jelasnya.
--page
Sehingga hubungan yang tidak sehat perlu untuk ditindaklanjuti jika memang salah satu pasangannya mengalami tidak nyaman hingga terganggu baik pisikis sampai aktivitas sehari-hari.
Ia menyampaikan dalam menyadarkan pasangan toxic relationship ialah berkumpul bersama dan diskusi kembali untuk melihat tujuan hubungan tersebut. Artinya harus ada kepastikan hubungan akan dilanjutkan atau tidak.
Dalam diskusi tersebut jika membutuhkan bantuan maka dapat membawa tenaga kesehatan yang ahli dibidangnya seperti psikolog maupun psikiater.
Dengan adanya langkah tersebut pasangan toxic relationship menjadi sadar atas perilakunya. Diharapkan dapat memahami perilaku baik dan buruk serta mengetahui arti dalam menjalani hubungan sehat. (NURITA/H)









